Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Sowan Emil Salim, Ada Apa?

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Sowan Emil Salim, Ada Apa?

Emil Salim (Dok: detikfinence/Radian Nyi Sukmasari)

Ekonom senior Emil Salim menemui dua calon presiden peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 pada Sabtu (27/1/2024) dan Minggu (28/1/2024). Kedua capres itu adalah Ganjar Pranowo (nomor urut 03) dan Anies Baswedan (nomor urut 01).

Ditemui selepas pertemuan, Sabtu (27/1/2024), Ganjar mengatakan, Emil menitip pesan agar berani melakukan percepatan transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

“Beliau berkali-kali https://betslots88.store/ dengan tangannya mengepal gitu (mengatakan), ‘Cepat, cepat, harus ada yang berani’. Itu situasi emosional yang beliau harapkan,” kata Ganjar di kediaman Emil seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (30/1/2024).

Emil mengatakan, lanjut Ganjar, permasalahan itu haruslah dihadapi dengan serius ke depannya.

“Betul bahwa ‘Eh, ada kapal Titanic yang mau nabrak es, kok kita masih nyanyi-nyanyi saja sih?'” ucap Ganjar mengulang ucapan Emil.

Emil, kata Ganjar, mempertanyakan alasan hingga kini tak ada sosok pemimpin yang berani mengambil keputusan. Menurutnya, penggunaan energi kotor haruslah segera ditindak seraya mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia dengan baik.

Pada pertemuan itu, Ganjar juga mengaku Emil menyampaikan bagaimana isu perubahan iklim haruslah mendapatkan sorotan dari seluruh kandidat di Pilpres 2024. Ia mengatakan Emil menjelaskan itu dengan sangat baik dan sistematis.

“Kita tidak bisa hanya menyelesaikan problem itu, tapi lihatlah potensi di Indonesia,” kata Ganjar menirukan pesan Emil.

Selain itu, Ganjar juga mengaku Emil memintanya memperhatikan Indonesia bagian Timur secara serius. Hal itu disampaikan berulang-ulang.

Pesan untuk Anies
Sementara itu, Anies mengaku terhormat bisa berdiskusi dengan Emil. Emil kini menginjak usia 93 tahun.

“Tapi sepanjang pembicaraan tadi tidak sedikit pun beliau berbicara tentang masa lalu. Tidak ada kata dulu, tidak ada cerita kemarin, yang ada adalah tentang masa depan,” kata Anies, Minggu (29/1/2024).

Anies mengatakan kedatangan ke kediaman Emil dalam rangka memenuhi undangan. Anies mengatakan menerima undangan itu pada 25 Januari 2024.

Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini mengagumi sosok Emil yang peduli masa depan bangsa. Anies menilai Emil sebagai sosok teladan bangsa.

“Pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan, hal-hal tentang masa depan, lalu dia menyampaikan pandangannya, menyampaikan paparannya, bahkan beliau menceritakan bagaimana dengan skor PISA kita. Angka PISA kita. Hanya pribadi yang mengikuti perkembangan secara terus-menerus yang bisa membahas itu semua,” jelasnya.

Anies merasa senang bisa berdiskusi dengan Emil. Anies kemudian mengenang saat pertama kali bertemu Emil di Istana Bogor.

“Saya pertama kali berdiskusi dengan Pak Emil saya SMA kelas 3. Pak Emil waktu itu adalah Menteri Lingkungan Hidup, dan saya diajak bertemunya di Kebun Raya Bogor. Pulangnya naik mobil menteri pertama kali Volvo. Diajak Pak Emil dari Kebun Raya Bogor ke Jakarta, dan itu pengalaman yang pertama. Setelah itu banyak kegiatan-kegiatan yang kami kerjakan,” tuturnya.

Anies juga mengatakan hubungan keluarganya dengan Emil cukup dekat. Sehingga pertemuan semalam juga jadi momen silaturahmi.

“Saya banyak mendengar dan banyak bercerita juga, tadi dialognya dua arah dan pesan-pesan pak Emil terkait dengan masalah lingkungan, ketimpangan, menjadi pesan yang akan saya bawa ke depan,” katanya.

“Beliau banyak bicara mengenai bagaimana memajukan tempat-tempat yang tertinggal dan teman-teman sering dengar kan saya sering bicara tentang indeks pembangunan manusia yang timpang antara Jawa dan luar Jawa. Itu juga yang jadi perhatian kami,” imbuh Anies.

Anies menuturkan diskusi bersama Emil membahas masalah yang harus diselesaikan. Salah satunya soal bonus demografi, daerah tertinggal hingga penyelesaian ketimpangan.

“Soal bagaimana bonus demografi, bagaimana krisis iklim, bagaimana daerah yang tertinggal, bagaimana ketimpangan-ketimpangan itu diselesaikan. Sangat kaya dengan nuansa intelektualitas. Berdiskusi sampai jam setengah 12 malam, usia 93 tahun, tidak ada rasa kantuk. Dan satu hal, tidak bercerita dulu,” ucap Anies.

“Kan ciri-ciri orang tua itu mulainya dengan dulu. Dulu kita nggak bisa membahas karena kita belum pernah dulu, nggak selama itu dulunya,” lanjut dia seperti dikutip┬ádetik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*